Bagaimana kehidupan manusia Plestosen?

Kita tidak bisa melihat bagaimana corak kehidupan manusia pada jaman Plestosen. Tetapi kita bisa menduganya melalui sisa2 kehidupannya.

Ternyata manusia itu terbatas dalam memanfaatkan bahan2 yang disediakan oleh alam sekitarnya. Alat2 keperluan hidup dibuat dari kayu, batu dan tulang-belulang dengan cara pembuatan yang sederhana, sekedar memenuhi tujuan penggunaannya.

Salah satu sisa kehidupan manusia Plestosen adalah peralatan batu. Di Indo dikenal ada 2 tradisi alat batu yi tradisi kapak perimbas dan tradisi serpih.

Kapak perimbas (Movius menyebutnya chopper chopping tool) adalah sejenis kapak yang digenggam dan berbentuk massif. Teknik pembuatannya pd umumnya masih kasar dan tidak mengalami perubahan dlm waktu perkembangan yg panjang. Perkembangannya di Indo dimulai kira2 Plestosen tengah s/d awal Holosen. Sekarang ini telah diketahui bhw kapak perimbas jg terdapat di Fingnoi (Bhan-kao, Thai), Punjab (Pakistan), lembah Irrawadi (Burma), Kota Tampan, Pacitan, pulau Luzon (Filipina) & Hanoi. Dalam sejarahnya kapak perimbas ini telah dibuat & dipakai oleh Pithecanthropus pekinensis dari Choukoutien.

Movius (1948) membandingkan kapak perimbas dr Asia timur dg yg berasal dr Eropa, Asia barat & Afrika. Menurut dia, kapak perimbas dr Asia timur memp kekhasan yg mana artinya di Asia timur ini telah berkembang budaya paleolitik yg berbeda dg di wilayah lainnya. Kapak perimbas dr Asia memp kekhasan yi monofasial (yg dipangkas hanya satu sisi sj). Berkembangnya kapak perimbas ini di Asia timur adl sejak Plestosen tengah.

Jenis2 kapak perimbas Asia timur (menurut Movius 1948:349-350) adalah:
1) Kapak perimbas (chopper); kalau bnt & ukurannya kecil disebut serut genggam (scraper)
2) Kapak penetak (chopping tool)
3) Pahat genggam (hand-axe)
4) Proto kapak genggam (proto hand-axe)

Jenis2 kapak perimbas ini tdk semuanya hadir. Tipe/jenis tertentu dibeberapa tempat mungkin lebih banyak dibandingkan tempat lainnya. Walapun dmk jenis 1 & 2 pd umumnya selalu ada/hadir. Begitu pula bahan yg digunakan pun ber-macam2. Fosil kayu banyak dipakai di Birma, batuan kuarsa di Punjab, Cina & Malaysia, batu gamping kersikan dan tufa di Indonesia.

1 Syawal 1431H: Taqoballahu minna waminkum. Mohon maaf lahir dan batin


Sumber:
Soejono, R.P., Bintarti, D.D., Jacob, T., Hadimulyono, Asmar, T., and Sutaba, I.M. 1976. Jaman prasejarah di Indonesia. In: Sejarah Nasional Indonesia I (Kartodirdjo, S., Poesponegoro, M.D., and Notosusanto, N., Eds). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia, pp.1-312. (In Indonesia).

________________________________________________
[8agt12R 20ram1433H]
^^ Alat batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s