Asal-usul manusia modern (H.sapiens)

Munculnya manusia modern (H.sapiens) pertama kali diperkirakan terjadi di Afrika sekitar 195-150 kya (Ples akhir). Demikian juga kebiasaan yg dikaitkan dg manusia modern muncul pertama kali di Afrika pada jaman Ples akhir (atau 50 Kya kata 1644) [330:3]

Yg menjd pertanyaan apakah kebiasaan mns modern itu berkembang secara perlahan [berevolusi] atau tiba2 muncul begitu sj setelah 50 Kya? Hal ini yg masih banyak diperdebatkan org. Salah satu pendapat yg dikemukakan oleh McBrearty & Brooks (2000) yaitu akar dr kebiasaan mns tsb muncul pd Mid Ples di Afrika [330:3]

Ada banyak hipotesa yang diajukan para ahli untuk menerangkan asal-usul manusia, tetapi ada dua hipotesa yang cukup banyak dibicarakan orang yaitu Neanderthal phase atau Multiregional continuity atau Candelabra dan Noah ark atau Replacement atau Out of Africa.

Kedua hipotesa ini sulit dibedakan jika hanya mengandalkan kepada bentuk variasi morfologi saja baik yang ada pada manusia modern ataupun fosil (Jones et.al., 1992; pp.391)

Neanderthal phase of man hypotheses diusulkan pertama kali oleh Schwalbe pada tahun 1904 yang melihat bahwa neander adalah suatu species yang menghubungkan antara ape dengan manusia. Perkembangan selanjutnya, menurut hipotesa ini ras manusia yang ada sekarang (Caucasoid, Mongoloid, Negroid dan Australoid) merupakan hasil evolusi setempat/lokal. Berdasarkan hipotesa ini muncul ras Caucasoid dikarenakan adanya evolusi dari H.erectus di Eropa (Mauer) melalui bentuk peralihan yaitu manusia Neander. Ras Negroid muncul karena adanya evolusi dari H.erectus dari Afrika melalui bentuk perantara (misalnya fosil Elandsfontein dan Klasies) Kemudian ras Mongloid muncul karena terjadinya evolusi dari H.erectus di Cina (ZKD) melalui manusia Maba, Yinkou dan Dali. Ras Australoid terjadi dari hasil evolusi H.erectus dari Jawa (Indonesia) memalui manusia Ngandong dan Kow Swamp. Variasi yang terjadi baik diantara masing-masing ras tadi ataupun pada manusia sebelumnya, menurut hipotesa ini, dikarenakan adanya aliran gen (gene flow) ataupun proses migrasi (Tattersal et.al., 1988; pp.269, Jones et.al., 1992; pp.392).

Fosil-fosil dari kawasan Levant (Asia barat) banyak digunakan oleh penyokong Neanderthal phase sebagai bukti yang menguatkan hipotesa mereka khususnya proses evolusi yang terjadi dari Neander ke manusia modern. Mereka menyebutnya beberapa fosil-fosil peralihan antaralain: Petralona, Tabun, Amud & Shanidar yang lebih mendekati morfologi Nean dan Skhul V & Qafzeh yang mendekati morfologi manusia modern (Klein, 1989; pp.339)

Noah ark atau out of Africa didasarkan kepada variasi anatomi diantara manusia yang ada sekarang tidak significan/kecil. Dengan demikian pemikiran yang diajukan oleh hipotesa pertama tentang adanya evolusi lokal sulit untuk menerangkan fakta variasi anatomi yang tidak significan ini. Kemungkinan yang mungkin terjadi (menurut hipotesa 2) adalah semua manusia yang ada sekarang ini berasal dari satu nenek moyang yang menurut mereka berasal dari Afrika. Gelombang migrasi manusia dari Afrika yang menyebar keseluruh dunia terjadi beberapa kali, salah satunya adalah migrasi H.erectus.

Ide bahwa manusia modern berasal dari satu nenek moyang disokong pula oleh pengujian mitokondria DNA. Dari hasil dari pengujian ini diperkirakan bahwa pemunculan manusia modern adalah antara 120-40 kya atau setara dengan budaya “Middlle Stone Age” di Afrika. Fosil-fosil yang terdapat dalam rentang waktu ini (dari yang tua ke muda) antaralain: Omo 2; Florisbad & Jebel Irhoud; Klasies river mouth, Border cave & Omo 1 (Tattersal et.al., 1988; pp.270).

Berdasarkan kepada bukti yang terdapat di Asia barat, Wolpoff (1980) & Jelinek (1982) mengatakan bahwa manusia modern di Asia barat merupakan turunan dari manusia neander melalui proses hybridisasi (hipotesa ini dikenal sebagai multi regional continuity). Bentuk-bentuk peralihan seperti fosil Tabun, Skhull adalah bentuk-bentuk peralihan antara manusia neander dengan manusia modern. Pendapat ini banyak dibantah oleh para ahli karena seperti yang telah disebutkan di atas dari segi kronologi keakuratan umur absolut masih sering diperdebatkan orang. Selain itu pula menurut Stringer dkk (1984 dlm Day, 1986:117) dari segi morfologi tengkorak tidak terlihat adanya proses hybridisasi di Asia barat.
Sumber: belon tak kasi ngaran (disk3-umum1)

________________________________________________
[21sept12J lab mikropal]
Following Genetic Footprints out of Africa: First Modern Humans Settled in Arabia

ScienceDaily (Jan. 27, 2012) — A new study, using genetic analysis to look for clues about human migration over sixty thousand years ago, suggests that the first modern humans settled in Arabia on their way from the Horn of Africa to the rest of the world.

Led by the University of Leeds and the University of Porto in Portugal, the study is recently published in American Journal of Human Genetics and provides intriguing insight into the earliest stages of modern human migration, say the researchers.

“A major unanswered question regarding the dispersal of modern humans around the world concerns the geographical site of the first steps out of Africa,” explains Dr Luísa Pereira from the Institute of Molecular Pathology and Immunology of the University of Porto (IPATIMUP). “One popular model predicts that the early stages of the dispersal took place across the Red Sea to southern Arabia, but direct genetic evidence has been thin on the ground.”

The international research team, which included colleagues from across Europe, Arabia and North Africa, analysed three of the earliest non-African maternal lineages. These early branches are associated with the time period when modern humans first successfully moved out of Africa.

Using mitochondrial DNA analysis, which traces the female line of descent and is useful for comparing relatedness between different populations, the researchers compared complete genomes from Arabia and the Near East with a database of hundreds more samples from Europe. They found evidence for an ancient ancestry within Arabia.

Professor Martin Richards of the University of Leeds’ Faculty of Biological Sciences, said: “The timing and pattern of the migration of early modern humans has been a source of much debate and research. Our new results suggest that Arabia, rather than North Africa or the Near East, was the first staging-post in the spread of modern humans around the world.”

The research was funded by the Portuguese Foundation for Science and Technology, the Leverhulme Trust, and the DeLaszlo Foundation.
Share this story on Facebook, Twitter, and Google:

_


_______________________________________________
[9agt12K 21ram1433H]
^^ Nenek moyang manusia
^^ Nabi Adam as sbg mns pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s