Prasejarah Vietnam

Para ahli arkeologi dari Vietnam membagi kebudayaan prasejarah negara ini menjadi tiga bagian yaitu: (1) Kebudayaan Hoa Bin Hian awal (10.000 tahun BP); (2) Kebudayaan Da But (5000 tahun BP) dan (3) Kebudayaan Dong Son (3000-1700 tahun BP).

Kebudayaan Hoa Bin Hian dan Da But masing-masing termasuk kedalam budaya Mesolitik dan Neolitik budaya Dong Song dianggap sebagai wakil dari budaya perunggu terawal di Asia tenggara yang dicirikan oleh artefak berupa nekara perunggu, penguburan orang berstatus tinggi dan kehadiran benda-benda besi (Bellwood 2000)

Budaya Hoa Bin Hian ini di Indonesia identik dengan budaya Sumatralit dengan bukti manusianya seperti manusia Perak (Majid 1994)

Menurut Matsumura (2001), manusia-manusia yang mewakili budaya Hoa Bin Hian awal dan budaya Da But memperlihatkan ciri percampuran ras Australo-Melanesoid dan Mongoloid. Ciri Mongolid itu makin terlihat dominan terutama pada manusia-manusia dari budaya Dong Son.

Hal ini memperkuat hipotesa bahwa penduduk Asia tenggara, itu merupakan hasil percampuran antara ras Australo-Melanesoid dan Mongoloid. Ras Mongolid itu sendiri menurut Bellwood (1987) datang dari utara (Cina selatan) sejak zaman Neolitik. Oleh karena itu disebut Mongoloid selatan (Hanihara 1993, 1994 menyebutnya sebagai Proto Malay yang mempunyai kemiripan dengan penduduk asli Kalimantan yaitu orang-orang Dayak).

Bellwood (2000) mengatakan beberapa fosil manusia sebagai wakil dari fosil Mongoloid selatan yaitu: Manusia Minatogawa dari Jepang dan Manusia Liujiang dari Cina.

Akibat dari masuknya kaum imigran dari utara selain daripada hibridisasi juga terjadi pengecilan ukuran gigi. Keadaan sekarang tampak bahwa ras atau unsur Mongoloid cenderung lebih dominan dikawasan Indonesia barat sedangkan unsur Australo-Melanesoid cenderung mendominasi kawasan Indonesia timur. Walapun demikian unsur-unsur Australo-Melanesoid masih ada yang bertahan di kawasan barat antaralain orang-orang Negrito dan Senoi di Semenanjung Malaysia.

Menurut Matsumura (2001) ciri gigi manusia Dong Son berbeda dengan manusia dari budaya sebelumnya dimana gigi mereke relatif lebih kecil juga tengkorak mereka memperlihatkan tipe brachycranic dan lebih berkesan “gracile”, prognathy reduction and facial flattening.

Menurut Cuong (1986 dalam Matsumura 2001) fosil manusia budaya Hoa Bin Hian diwakili oleh Mai Da Nuoc dan Mai Da Dien. Kedua fosil ini memperlihatkan ciri Australo-Melanesoid antaralain tengkoraknya bersifat dolichocranic, tulang kening, terutama bagian superciliary arch, menonjol, dan tinggi tulang muka bagian atas relatif rendah. Sedangkan ciri Mongolid diperlihatkan oleh beberapa aspek seperti rongga mata yang besar dan gigi seri bagian atas bertipe “shovel-shaped”. Sedangkan fosil manuisa budaya Da But diwakili oleh Con Co Ngua. Yang memperlihatkan kesamaan dengan fosil-fosil manusia Mesolitik dari SE.Asia seperti Gua Cha, Liang Momer, Tabun, Niah dan early Hoa Bin Hian.

Cipedes, 26 Maret 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s