Buni Pottery Complex (BPC)

Situs arkeologi sepanjang sungai Ciliwung
Disepanjang sungai Ciliwung banyak ditemukan situs arekologi prasejarah.

Diwilayah DKI Jaya saja, sampai tahun 1983, telah ditemukan sebanyak 15 buah situs arkeologi yaitu Jatinegara (JNE), Kebon-nanas (KNA), Cawang (CAW), Cililitan (CLI), Pejaten (PEJ), Kampung-kramat (KKR), Rawakodok (RKO), Psrminggu (PMI), Condet-Balekambang (CON), Tanjungbarat (TBA), Tanjungtimur (TTI), Psrrebo (PRE), Lenteng-agung (LAG), Pondok-cina (PCI) dan Kelapa-dua (KDU). Beberapa diantaranya sudah diekskavasi.

Melihat kepada persebarannya situs-situs tsb sepanjang sungai Ciliwung maka, situs2 ini mempunyai peran penting dalam menjelaskan bagaimana perkembangan situs pemukiman disepanjang sungai Ciliwung serta peran sungai tsb bagi kehidupan manusia masa lalu.

Secara umum, jenis situs di sungai Ciliwung itu ada dua yaitu
1) Situs masa bercocok-tanam: KDU
2) Situs masa perundagian: PEJ, KKR dan CON yang berumur 1830 & 2550 BP.

Teknologi gerabah di Indonesia telah berkembang sejak masa bercocok-tanam. Hasil rekonstruksi gerabah2 yg ditemukan di PEJ, KKR, CON dan KDC, ada beberapa jenis gerabah yaitu: periuk, tempayan, mangkuk, mangkuk berkaki, pasu, piring , tutup dan cetakan logam. Gerabah2 tsb bisa berfungsi sebagai:
1) Fungsi praktis dlm kehidupan sehari-hari (utilitarian function)
2) Fungsi sakral (ceremonial function)
3) Fungsi ekonomi (economic function)

Variasi hiasan pada gerabah yaitu:
1) Teknik gores (incised)
2) Teknik pukul tatap (khususnya berpola tali yg menurut Solheim II berasal dr budaya Sa Huynh-Kalanang)
3) Teknik tekan (impressed).

Pertanyaan: apakah bahan dasar gerabah tsb berasal dari satu tempat atu dari tempat yang berbeda-beda? apakah ada evolusi hiasan dan mutu pada gerabah?

__________________________________________________
[1agt12R 12ram1433H]
# SISA CANDI (HINDU-BUDHA) DI JABAR
^^ ~~ sisa percandian di bg barat p.Jawa ini, khususx di Jabar yi candi2 yg terdpt di Cibuaya (Pedes Karawang), Cangkuang (Leles Garut), Binangun (Pamarican Ciamis), Pananjung (Pangandaran Ciamis), Bojongmenje (Rancaekek Bandung) & Batujaya (Btjaya & Pakisjaya Karawang) (Djafar 2010:23)

# CIBUAYA (Djafar 2010:23)
^^ Komplek percandian Hindu yg terbuat dar bata & hingga kini telah ditemukan 7 bh runtuhanx. Diant ketujuh reruntuhan candi tsb hanya 2 yg tampak dipermukaan berupa gundukan tnh yg meninggi ~~ disebut LEMAH DUWUR
^^ Ada 3 temuan dr Cibuaya yaitu Arca Wisnu I,II&III
^^ Situs candi Cibuaya II = LEMAH DUWUR LANANG
^^ Situs candi Cibuaya I = LEMAH DUWUR WADON

# CANGKUANG (Djafar 2010:23)
^^ ~~ candi Hindu yg terbuat dr bt andesit ~ dr masa sekitar abad 7 & 8
^^ Ditemukan arca: Siwa, Gurga-Mahisasuramardini & Ganesa

# CANDI DARI BATA (Djafar 2010:25)
^^ Hingga kini masih ada anggapan bhw candi yg terbuat dr bata umumx berasal dr masa yg rel muda dlm sejarah percandian di Indo

# LETAK SITUS BTJAYA (Djafar 2010:39)
^^ Terletak di 2 wil administrasi yi di ds Segaran (SEG) & ds Telagajaya (TLJ), kec Btjaya
^^ ~~ situs2 tsb tersebar diareal persawahan seluas 5km2 dinamakan kawasan situs Btjaya

# 4 STRATA BUDAYA DI PANTAI UTARA JABAR (Djafar 2010:107)
^^ ~~ adx 4 strata budaya yi strata budaya: masa perundagian, masa peralihan, masa Hindu-Budha, & masa psca Hindu-Budha

# MASA PERUNDAGIAN (Djafar 2010:107)
^^ Masa perundagian (prasejarah) ditandai dg temuan budaya BUNI yg didominasi oleh artefak berupa gerabah, disamping terdpt pula artefak logam.
^^ Mengacu kpd pertanggalan C-14 dr perbengkelan logam ~~ di situs Pejaten (PEJ) Psr Minggu ~~ masa perundagian kawasan situs Btjaya ~~ sekitar 1000SM hingga sekitar 500M
^^ Sisa arang yg ditemukan dlm ekskavasi di situs PEJ ~~ menghasilkan pertanggalan 4370±1190 BP (ANU-1109) & 1050±160 BP (ANU-1110) yg dpt memberikan kisaran waktu sekitar 3000-1500 BP (Djafar 1985 dlm Djafar 2010:107)

# MASA PERALIHAN (Djafar 2010:107)
^^ Merupakan masa akhir prasejarah yg merupakan peralihan dr masa perundagian ke masa Hindu-Budha dmn pd masa itu diwilayah ini sdh terjd kontak budaya dg luar, khususx dg budaya India
^^ Strata budaya dr masa peralihan terutama ditandai oleh kehadiran artefak India berupa gerabah Arikamedu, India selatan
^^ ~~ strata peralihan ini dpt ditanggali dr masa sekitar abad kedua hingga keempat
^^ ~~ pertanggalan C-14 ~~dr situs Segaran V ~~ memberikan kisaran ant 60-540M (Manguin 2005:13 dl Djafar 2010:107)

# MASA HINDU-BUDHA (Djafar 2010:107-108)
^^ Ditandai oleh kehadiran kerajaan tertua di P.Jawa, Tarumanegara
^^ ~~ dr paleografi inskripsi2 Taruma, masa Hindu-Budha diwilayah ini dimulai dr masa sekitar 450 atu pertengahan abad ke5.
^^ Dikawasan Byjaya masa ini ditandai pula oleh aktivitas pembangunan candi ~~ dkm 2 fase
1] Fase I terjd pd masa sekitar abad ke-6 hingga abad ke-7 [menurut Santiko, 1989, 2000, 2001: sblm Fase I ini di ker Taruma diduga blm ada kegiatan pembanguan candi ~~ krn yg berkembang adl agama Weda yg tdk memerlukan banguan candi]
2] Fase II: awal abad ke-8 hingga akhir abad ke-10 ~~ berkisar ant th 710-980M
^^ Pd Fase II ini diduga unsur2 kebud dr India utara, khususx Nalanda telah masuk & mempengaruhi perkembangan kebud didaerah pantai utara Jabar, khususx dikawasan Btjaya ~~ Pengaruh dr Nalanda ini diduga masuk melalui pengaruh ker Sriwijaya

__________________________________________________
[5agt12M 16ram1433H]
# EKSKAVASI TELAH DILAKUKAN (Djafar 2010:44):
1] TLJ V (Asem) & TLJ VIII (sumur) oleh tim penelitian arkeologi Batujaya Universitas Tarumanegara pada akhir tahun 1989
2] TLJ V (Asem) tahun 1992 oleh kerma penelitian jurusan Arkeologi FSUI, Puslit Arkenas dan Himpunan Keramik Indonesia
3] SEG IV & SEG IX tahun 1993
3] SEG III (Damar?), TLJ I A,B&C, SEG II A&B (Lempeng) tahun 1998-1999
4] TLJ I A&C (Serut), TLJ II (Lingga) dan SEG V (Blandongan) tahun 2003-2005

# SITUS YG BLM DITELITI (Djafar 2010:59)
1] TLJ IX: berada sekitar 100m sebelah barat TLJ IV
2] TLJ X: sudah menjd rmh penduduk, 200m sebelah utara TLJ V (Asem)

# FONDASI BANGUNAN CANDI
^^ ~~ pembuatan banguan candi umumx dilakukan dg membuat lubang galian fondasi (foundation trench) sampai kedlman tertentu sesuai dlm kitab2 acuan spt Manasara. Lubang galian fondasi ini terkadang menembus lapisan budaya prasejarah (Djafar 2010:60).

# STRATIGRAFI SEG I (JIWA) (Djafar 2010:61)
^^ ~~ ada 2 lapisan yi :
A] Lapisan atas (top soil) ~~ 10-30cm
B] Lapisan tanah yg bercampur runtuhan bata candi dengan ketebalan sekitar 1m. Di bwhx terdapat lapisan C yg permukaan atasx adalah halam candi. Pd permukaan halaman ini disekeliling kaki candi terdpt susunan hamparan bata yg membentuk sebuah jalan unt mengelilingi candi. Penelitian di bwh permukaan halaman candi BLM PERNAH DILAKUKAN

# STRATIGRAFI SEG II-A (LEMPENG) (Djafar 2010:61)
^^ ~~ ada 5 strata (dari atas ke bwh)
A] Strata tnh permukaan pasca Hindu-Budha: sdh teraduk, tdd humus, warna hitam kecoklatan, gembur, tebal sekitar 20-30cm
B] Strata masa Hindu-Budha : ditandai oleh sisa hamparan struktur bangunan bata ~~ ketebalan ant 2-6 lapis bata sekitar 15-50cm
C] Strata tanah liat berwarna hitam, mengandung pecahan gerabah Buni & Arikamedu (strata peralihan), tebal sekitar 20-30cm
D] Strata tanah liat berwarna hitam abu2, mengandung pecahan gerabah local tipe Buni
E] Strata tnh lempung berpasir, berwarna kuning ke-abu2an, terdpt fitur berupa lubang kubur berisi kerangka & bekal kubur dari masa peralihan ~~

# STRATIGRAFI SEG II-C (LEMPENG) (Djafar 2010:63)
^^ Mewakili strati dr sektor SEG II-B&C
^^ Pd kotak U2B6 terdpt susunan strat sbb:
A] Strata atas, tnh liat berwarna hitam, tebal 20-50cm
B] Strata tnh warna coklat kehitaman bercampur pecahan bata, tebal 10-25cm
C] Strata tnh liat warna hitam bercampur bongkahan batu padas, tebal 30-60cm
D] Strata tnh pasiran bercampur kerikil, warna coklat kehitaman
E] Strata tnh bercampur tumbukan bata, ketebalan sekitar 20cm tdk merata
F] Strata lempung pasiran warna abu2

# STRATIGRAFI SEG V (BLANDONGAN) (Djafar 2010:64)
^^ ~~ ada 4 strata yaitu masa prasejarah (perundagian), peralihan, Hindu-Bidha & pasca Hindu-Budha
^^ Pada masa Hindu_budha situs SEG V sedikitx mengalami 2 fase pembangunan candi, shg di situs ini ditemukan ada 2 halaman candi (maaiveld) yi halaman candi dari Fase I & Fase II
^^ ~~ lapisan awal masa Hindu-Budha dg permx berupa halaman candi dr Faes I (F). Di atas hal candi kmd terbnt strata berupa runtuhan bata bangunan candi (E) setebal 10-40cm & di atas runtuhan ini terdpt strata berupa tnh urugan (D) setebal 20-50cm. Di atas strata urugan ini yg permx diratakan terdpt lap pengerasan (pavement) dg menggunakan lap beton stuko (C) yi campuran adukan stuko (lime plaster) dg batu kerikil. Lantai beton stuko inilah yg merup hal candi dr Fase II ~~~
^^ Di atas lantai hal Fase II terdpt runtuhan bata candi (B) yg terbnt ~~ pd masa stlh candi tsb ditinggalkan & mengalami kehancuranx & mg pula msh terjd pd masa Hindu-Budha, ketebalanx sekitar 30-70cm. Runtuhan candi kmd tertutup tnh endapan & hsl pelapukan shg terbntlah lap (A) yg tebalx sekitar 10-50cm
^^ Di bwh lap Hindu-Budha dr masa pembangunan candi Fase I, ber-turut2 terdpt lap peralihan (G) yg berwarna hitam ke-abu2an yi lap masa akhir prasejarah (=masa peralihan). Pd masa peralihan ini hadir jenis gerabah Arikamedu dr India selatan
^^ Di bwh lap peralihan terdpt lap prasejarah dr masa perundagian (H) yg berwarna abu2 kekuningan yg diantx terdpt pula gerabah Buni. Pd lap perundagian ini didpti fitur2 lubang galian tempat penguburan yg dibuat pd masa peralihan spt ditunjukan oleh adax bekal kubur berupa gerabah Buni & Arikamedu & artefak logam

# SITUS TLJ VII (GUNDUL) (Djafar 2010:58)
^^ Berukuran sekitar 75x65m ~~ koor geografis 107 08 52 BT & 6 02 54 LS
^^ Pd perm situs banyak terdpt pecahan kulit kerang & karang laut & tdk ditemukan bata2 sisa bangunan
^^ unur ini merupakan gundukan atau timbunan pasiran yg diambil dr beting gisik (beach ridges) yg ada di daerah pantai utara. Timbunan bhn pasiran ini diduga merupakan bhn baku unt pembanguan percandian (Sutikno dkk 1990:74)
__________________________________________________
[30jul13Sl 22ram1434H vbm]
Djafar, H. 2010. Kompleks percandian Batujaya. Bandung: Kiblat Buku Utama
Bab IV: Bbrp tinjauan hasil analisis
p.107
Dari kawasan Batujaya kita bisa mendapatkan informasi tentang kebudayaan dari 4 masa yaitu
1] Masa perundagian: 1000SM sd 500M (berdasarkan C14 artefak logam dari situs Pejaten). Dari C14 adl 3000-1500BP (Djafar 1985)
2] Masa peralihan: dari abad 2 sd 4. Dari C14 adl 60-540M (abad 1 sd 6) (Manguin 2005:13)
3] Masa Hindu-Budha: dimulai dr pertengahan abad 5 (450M)
4] Masa paska Hindu-Budha

Masa perundagian
Budaya pada masa yg berlangsung mulai dari 1000SM sd 500M (berdasarkan C14 artefak logam dari situs Pejaten) ditandai dg (terutama) gerabah dan artefak logam. Dari pertanggalan C14 thd sisa arang dari situs Pejaten diperoleh umur 4370 ± 1190BP (ANU-1109) & 1050 ± 160BP (ANU-1110) atau sekitar 3000-1500BP (Djafar 1985)
BGM ANALISA GERABAHX? CIRI GERABAHX? BGM PENGET KIT TTG LOGAM? [https://tarucing.wordpress.com/arkeo_geologi/]; BGM SEJARAH GERABAH DI INDO? [https://tarucing.wordpress.com/2011/05/17/situs-arkeologi-sepanjang-sungai-ciliwung/#more-264]; APAKAH PD JAMAN INI SDH TERJD AKULTURASI? JIKA YA BGM BUKTIX?

Masa peralihan
Adalah masa akhir jaman prasejarah yg ditandai dg peralihan masa perundagian ke masa Hindu-Budha. Artix masa dari dtk mengenalnya tulisan ke masa muculnya tulisan berdasarkan kasus di Btjaya (cek uing). Masa peralihan ini terjd pd kurun waktu ant 60-540M (abad 1 sd 6) berdasarkan C14 arang dari situs Segaran V (Manguin 2005:13). INI KES BTJAYA BGM UNT KWASAN LAIN?

Masa ini mulai terjd AKULTURASI khususx dg India melalui perdagangan berdasarkan dijumpaix gerabah Arikamedu (India selatan) yg berfungsi sebagai bekal kubur disamping unt keperluan se-hari2.

Masa Hindu-Budha
Masa ini ditandai dg hadirx kerajaan Tarumanegara yg merupakan kerajaan TERTUA di P.Jawa. Pada masa ini juga dumulai bermunculan pembangunan candi. Berdasarkan kpd inskripsi, masa Hindu-Budha di Btjaya dimulai dari tahun 450M atau pertengahan abad ke 5.
JD KES BTJAYA CANDI MUNCUL PD P1/2AN ABAD ke 5

Di Btjaya, aktivitas pembangunan candi berlangsung 2 tahap yi
1] Fase 1 mulai dari abad ke 6 sd abad ke 7
2] Fase 2: mulai dari awal abad 8 sd akhir abad 10. Berdasarkan C14 kulit pada bata candi Segaran V (Blandongan) yi th 710-980M. Pd fase 2 ini masuk unsur budaya Nalanda (India utara) al unsur agama Budha, seni bangunan dll. Budaya Nalanda ini datang dr ker Sriwijaya
 CANDI MANA YG MASUK FASE 1 & 2? APA BEDA candi fase 1 & 2?

Bab V: Rekonstruksi sejarah kebudayaan [p.123]
Penelitian masalah pemukiman pd masa prasejarah sd masa Hindu-Budha dikawasan pantai utara Jabar yg membentang ant aliran sungai Cisadane sd Citarum masih kurang. Padahal dikawasan tsb ada lk 150 situs arkeologi prasejarah dari masa bercocok-tanam sd perundagian. Artefak yg dijumpai al beliung persegi, gerabah, kapak perunggu. Ini artix kawasan tsb sdh dihuni mns sejak jaman prasejarah yg bermula sejak masa bercocok-tanam kira2 5000BP atau 3000SM (Verstappen 1953 dlm Djafar 2010:123)
lihat: https://tarucing.wordpress.com/2013/01/25/sawah/

Penelitian arkeo di Indo blm berhsl menemukan sisa2 bangunan atau pola pengelompokan lokal yg berkembang pd jaman prasejarah (Soejono 1984:196 dl Djafar 2010:124). Dmk pula pola pemukiman kuno didaerah pantai utara Jabar msh blm jelas.

[17agt13St vbm HUT RI 68th] BAB III ANALISA TEMUAN PENEL
p.93
GERABAH
Gerabah dr situs Btjaya dpt dikelompokan menjd 2 yaitu
1] gerabah Btjaya yg tdd gerabah BPC dr akhir masa prasejarah & gerabah masa Tarumanegara
2] gerabah Arikamedu (rouletted pottery)

Gerabah Btjaya oleh I Made Sutayasa dibg lg menjd 3 kel, atas dsr ciri2 gerabah yg dihasilkan dll, yaitu
1] klp Tangerang
2] klp Bekasi
3] klp Rengasdengklok (Btjaya termasuk kedlm klp ini)

Jenis2 gerabah dg pola hiasan anyaman keranjang & duri ikan dlm perkembanganx didaerah kebud Buni merupakan pola dsr & dpt dianggap sbg GERABAH BUNI FASE 1 yi gerabah yg berkembang bersamaan dg tradisi neolitik. Fase 1 ini bntx msh sangat sederhana, berupa periuk & mangkuk. Periuk yg dihslkan adl periuk berbadan ke-bulat2an (globular pot) & periuk bergigir (carinated pot), sedangkan mangkuk terdpt dlm bnt yg beralas cembung & mangkuk beralas rata. Pd perkembanganx yg lebih lanjut didaerah Bekasi & Rengasdengklok terdpt pula mangkuk berkaki. Pd masa perundagian terdpt perkembangan lebih lanjut dr gerabah BPC fase 1 shg dpt digolkan sbg gerabah FASE 2. Pd masa perundagian ini selain bnt2 periuk & mangkuk yg digunakanm dlm keperluan se-hari2 dikenal pula bnt2 lain yg berfungsi unt kegiatan religi (bekal kubur) ~~~~ gerabah FASE 2 al periuk2 berukuran besar, tutup periuk, tempayan, kendi, mangkuk berkaki & mangkuk berukuran kecil. Gerabah dr FASE 2 umumnya berwarna abu2 ~~~ jg terdpt terakota yg diduga dipakai sbg pemberat jaring dlm penangkapan ikan (Sutayasa 1975; Soejono 1984)

~~~ekskavasi di situs SEG II, SEG V & TLJ I sd kedalaman 1.5-2m umumx memperoleh temuan gerabah prasejarah krn lap budaya prasejarah umumx terletak pd kedlm tsb. Benda2 gerabah prasejarah dr situs Btjaya ditemukan dlm berbagai bnt & terdpt dlm 2 corak warna yi berwarna merah & abu2 (p.95)

~~~gerabah yg telah dianalisa adl temuan dr situs SEG V ~~~ gerabah temuan th 2002 digarap oleh Agustianto Indradjaja (2005a) & th 2003-2004 oleh Eka Asih Putrina Taim (2006)

~~gerabah dr situs Btjaya didominasi o/ gerabah prasejarah. Temuan gerabah dr masa sejarah khususx dr masa percandian tdk banyak ditemukan [p.96]

~~dibbrp situs Btjaya ditemukan pula kumpulan gerabah lokal dr masa Hindu-Budha yg jml & jenisx tdk banyak. Hal ini krn KOMP PERCANDIAN BUKAN KOMP HUNIAN & gerabah2 tsb bukan alat2 se-hari2 unt RT melainkan unt kegiatan ritual (bekal kubur) [p.96]

Gerabah lokal dr masa Hindu-Budha umumx gerabah polos & tdk berhias [p.96]

[9-3-14M vbm; fulki uing sakit] BATA (p.76-77)
#Bata yg paling banyak ditemukan adl berbtk 4 persegi-panjang (40x20x7cm) [bangunan stupa di India terutama dr jaman Maurya 322 to 185 BCE ukuran batax ~ bata bt.jaya yi 40x27x7cm]
#Bata yg digunakan dlm pembangunan komp percandian di situs Bt.Jaya memp kualitas yg ber-beda2 & mg dibuat secara masal o/ masy setempat (astiti 2000:28-29)
#Sbg bhn campuran (temper) dlm pembuatan bata dipakai sekam (kulit padi) & terkadang ditemukan pula jenis bhn campuran yg lain berupa psr sbg bhn tambahan
#Tinggi rendahx kualitas bata disebabkan o/ kandungan unsur2
bhn bakux & proses dlm pembakaranx. Pembakan dg suhu <700 drajat Celsius umumx menghslkan kualitas bata yg kurang sempurna, rapuh & ber-pori2 shg daya serapan airx cukup tinggi. Kualitas bhn yg baik dg suhu pembakaran yg optimal akan memperoleh bata berkualitas, keras, tdk rapuh & porositasx kecil shg sedikit daya serap airx.

[9-3-14M vbm; fulki uing sakit] GENTENG/strong> (p.80)
#~~~bhn bangunan yg tergolong jenis terakota adl genteng.
__________________________________________________
[22-5-14K 1314 htl sultan jkt ipa 2014/em>]@Sedyawati 1998
[30-4-10J vbm] Asia tenggara pd masa Hindu-Buddha (yiketika agama Hindu & atauBuddha menjd agama utama atau terkemuka didlm masy2 di Asteng) telah berkembang dg di satu sisi memberlanjutkan warisan budaya dr masa seblmx & disisi lain menyerap & mengolah masukan2 baru yg bersumber di India tsb [p.13]
#Pd kebanyakan negara di Asteng masa awal pengaruh Hindu-Buddha tsb sekaligus jg merup awal masa sejarah, krn pd masa itulah baru digunakan & dikembangkan tulisan2 bersumber pd aksara2 yg berasal dr India yg diperkenalkanx ke daerah2 tsb adl mel pengajaran & penyebarluasan agama Hindu & Buddha [p.13]

[16-5-14J m.an nur xtra]Berbagai masy di ASteng ini, pd masa lalu khususx, memperlihatkan perbedaan yg besar ant satu & lainx berdasarkan kadar keterisolasian & keterbukaan thd ling diluarx. Pihak2 yg lbh terbuka thd ling luas seringkali mendptkan diri berperan sbg pst2 perkembangan u/ daerah kitaranx & dg dmk merupakan mediator ant kelom2 yg lbh terisolasi dg dunia diluar mrk [p.14] ==> kawasan pantai biasax lbh terbuka sedangkan kawasan pegunungan lbh terisolasi. Ini sdh berlangsung sejak lama

[16-5-14J m.an nur xtra]Mg sex pd masa prasejarah menjelang masa sejarah atau proto sejarah sdh terdpt perbedaan2 budaya ant satuan kebangsaan yg satu dg sat kebangsaan yg lain. Perbedaan ini kirax bukan hanya berdasarkan corak budaya yg sebg disebabkan o/ lingkungan alam yg ber-beda2, ttp jg perbedaan terdpt pd taraf perkembangan penget & taraf keterbukaanx thd bangsa lain ~~~ Pd bentangan masy & budaya prasejarah yg dmk itulah kmd bertumbuh diberbagai tempat pst2 peradaban br yg dirangsang o/ perkenalan dg agama Hindu & Buddha [p.14]

[16-5-14J m.an nur xtra]Pengenalan konsep2 keagamaan br yg mengandung pula didlmx pemikian ttg tatanan alam semesta & tata kemasyarakatan mns yg diperkenalkan o/ agama Buddha & Hindu (yg keduax bersumber pangkal di India), pd s/ masa, khususx diabad ke 7M & sekitarx, menjd s/ momentum yg menggerakan perub2 besar dlm berbagai masy di Asteng, yg berkulminasi pd pembntkan negara2 yg mengambil model ker Hindu sbg acuanx ~~~ Dg kata lain, unt pertama kalix dlm pengalaman sejaah sebg besar org Asteng, pd masa Hindu-Buddha ini diperkenalkan s/ sistim kepercayaan yg terformulasikan dlm sastra tertulis yg mantap, serta relatif utuh terintegrasi pula dg berbagai segi kehidupan lain, spt sistim organisasi sosial, sistim kesenian, sist penget & teknologi. Identifikasi peranan2 br pun terjd bersamaan dg masukx agama Hindu-Buddha itu, yg memang memperkenalkan tata masy br beserta kebut2 a/ berbagai jenis tenaga ahli yg diperlukan u/ menjlnkan kedua agama yg telah mendunia tsb ~~~~ [p.14-15]

[23-5-14J m.al ijtima jcc] S/ wil kajian yg msh memerlukan perhatian lbh besar adl yg berkenaan dg hub ant pst yg satu dg pst yg lain yg sejaman, katakan misx ant Ayuthya & Majapahit. Merup pertanyaan tersendiri, apakah perub2 budaya yg memperlihatkan adax pengaruh dr s/ bangsa thd yg lain atau saling pengaruh ant keduax lbh ditentukan o/ hub ant pemerintahan pst kedua bangsa ataukah lbh disebabkan o/ pertemuan2 informal dikalangan rakyat, baik di lap perdagangan, perlayaran, keagamaan ataupun kesenian. tradisi mengenai adax hub2 langsung inipun bukanx tdk ada. S/ hal lain yg mg memp fungsix tersendiri dlm dinamika kebud di Asteng adl para perantara ~~~ para pelayar & para penghuni daerah pantai mis org Bugis & Melayu [p.16]
##################################################
@Prijono 1998
[23-5-14J m.al ijtima jcc] Perioda mulai dikenalx logam di Ind disebut sbg masa Perundagian (Soejono 1992:219-226). Kehadiran logam di Ind dicirikan o/ benda2 perunggu & logam lainx. Oleh karena itu van Heekeren (1958) menyebutx sbg jaman perunggu & besi (Bronze-Iron). Perunggu masa perundagian merup s/ logam perpaduan ant tembaga, timah & timbal sbg unsur utama & unsur lain sbg trace yi Zn & Fe [p.43]
##################################################
@Triwurjani 1998
[17-5-14St griya pahlawan] tulisan ini ttg negara2 di Asteng abad ke 5-9M (p.165) ==> BGM pemikiran org2 pd kurun waktu tsb?
##################################################
@Maulana 1998
[24-5-14St 1314 htl sultan] Tradisi megalitik tdd (Soejono 1984:205-206)
1] megalitik tua 2500-1500SM: alat beliung persegi, benda/bangunan yg disusun dr batu besar spt dolmen, undak batu, piramid berundak
2] megalitik muda milenium pertama SM: bangunan spt kubur peti batu, sarkopagus

_____________________________________________________________

Bricks-1

Bricks-2
[9mar14M vbm] BRICKS-2: Egyptian brick-making
In the book of Exodus we see the Egyptians forcing the Israelites to build great cities for Pharaoh: “Therefore they set [mengatur, menetapkan] taskmasters [pemberi tugas, mandor] over them to afflict [menimpa, mengenai] them with their burdens [beban]. And they built for Pharaoh supply cities, Pithom and Raamses” (Exodus 1:11).

Most of us know a little about the Egyptian pyramids, which were built of stone. But not all Egyptian pyramids were made of stone; brick was the principal building material used in the country. The International Standard Bible Encyclopedia notes that “throughout Egyptian history sun-dried brick was the chief building material. Stone was reserved for temples and other monumental constructions” (Vol. 1, p. 546).

Therefore the Egyptians needed millions of bricks, and the Israelites labored long & hard to supply the demand. The Egyptians “made their lives bitter [pahit] with hard bondage [perbudakan]-in mortar, in brick, & in all manner of service in the field” (Exodus 1:14, emphasis added throughout).

When Moses & Aaron told Pharaoh that God wanted His people, the Israelites, to stop working & observe a religious festival in the wilderness [gurun, hutan], Pharaoh was incensed [marah]. Instead of yielding [alih2 menghslkan], he increased the work load: “So the same day Pharaoh commanded the taskmasters of the people and their officers, saying, ‘You shall no longer give the people straw [jerami] to make brick as before. Let them go and gather straw for themselves'” (Exodus 5:6-7).

This cruel [kejam] measure [action, tindakan] added to the Israelites’ already arduous [sulit, berat] tasks. The Israelite slaves had to head for the fields to gather straw to mix with the mud.

The biblical detail about using straw in brick-making is puzzling [membingungkan, menimbulkan teka-teki] to some. How, they ask, could the addition of straw as an ingredient [bhn, ramuan] make bricks stronger?

In Egypt the mud-straw combination was commonly used to strengthen building blocks. It also prevented the bricks from cracking or losing shape. Modern investigators have run [menjlnkan] tests that show that when straw is mixed with mud the resulting bricks are three times as strong as those made without straw. Fluids in the straw release humic acid & harden the bricks (Gerald Vardaman, Archaeology and the Living Word , 1966, p. 37). To this day, after thousands of years, mud-brick monuments still stand in Egypt.

Bricks-3

Bricks-4
==============================================================
6-10-16K vbm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s