Dosen-dosen “busuk”

Tanggal 13 April 2011, saya mendapatkan email dari seseorang yang menceritakan ttg kelakuan oknum dosen di Indonesia dalam mengajukan kenaikan pangkat. Kelakuan oknum tsb di beri judul “dosen-dosen busuk”.

Kebenaran dari informasi ini perlu dicek kembali, apakah memang benar begitu kondisinya? Isi emel tsb [sebagian telah dimodifikasi] sbb:

Kemarin saya mengikuti rapat di Dikti dengan Ditnaga. Informasi yang disampaikan beliau [Ditnaga] tentang kelakukan para dosen di Indonesia, khususnya yang sedang mengajukan kenaikan pangkat,sungguh memalukan.

Institusi pendidikan yang diharapkan menjadi benteng terakhir penjaga norma dan kejujuran sudah rusak, bukan oleh segelintir dosen, tetapi oleh sangat banyak dosen berperilaku “busuk” dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadi.

Beberapa kelakuan dosen tersebut yang disampaikan oleh beliau [Ditnaga]adalah:
1) Memalsukan karya ilmiah. Makalah ilmiah orang, khususnya yang diterbitkan di jurnal ilmiah internasional diganti nama penulis aslinya menjadi nama yang bersangkutan. Dengan membawa ke tempat percetakan, maka tidak kentara bahwa makalah tersebut adalah makalah orang lain yang dipalsukan.
2) Membuat jurnal palsu. Satu nomor jurnal internasional dimodifikasi. Caranya adalah mencabutkan satu makalah yang ada dalam jurnal tersebut dan diganti dengan makalah dia. Seolah-olah makalah dia sudah diterbitkan dalam jurnal tersebut. Dosen tersebut kemudian menjilid ulang jurnal tersebut sehingga tampak sebagai jurnal yang asli.
3) Membuat jurnal nasional palsu. Ada kejadian dua dosen [A & B] dari universitas yang sama dan jurusan yang sama. Mereka sama-sama mengajukan kenaikan pangkat. Ketika diteliti dokumennya, mereka melampirkan jurnal dengan volum yang sama dan nomor yang sama. Seharusnya jurnal tersebut memuat paper-paper yang sama. Tetapi ternyata tidak. Jurnal dengan volum dan nomor yang sama tersebut memuat paper-paper yang berbeda. Jurnal yang dilampirkan si A memuat peper si A, sedangkan jurnal yang dilampirkan si B memuat paper si B. Ini berarti salah satu atau kedua dosen tersebut telah membuat sendiri jurnal tersebut dan mamasukkan makalahnya masing-masing ke dalamnya.
4) Mengubah nama di ijasah luar negeri. Ijasah luar negeri orang lain diganti namanya dengan nama dia. Lalu dia datang ke percetakan untuk membuatkan ijasah yang persis sama dengan aslinya.
5) Menulis paper dengan hanya mencantumkan nama sendiri pada karya mahasiswa bimbingan, agar yang bersangkutan dapat menikmati sendiri nilai kum paper tersebut.
6) Membuat makalah palsu dari hasil copy paste di internet. Makalah tersebut diterbitkan di jurnal yang dikelola sendiri.

Hancurlah pendidikan bangsaku. Untuk menertibkan para dosen “busuk” tersebut mungkin beberapa langkah perlu dilakukan:
1) Membentuk lembaga yang bernama Professor Watch. Lambaga ini menyelidiki kesahihan dokumen yang telah digunakan para professor untuk naik pangkat. Jika ditemukan kecurangan, professor tersebut diadukan ke polisi karena sudah melakukan tindakan penipuan. Kalau perlu dipidana, karena dari pekerjaan tersebut dia telah memakan uang Negara dari tunjangan kehormatannya yang seharusnya bukan hak dia.
2) Jabatan professor tidak diberikan secara permanen. Tiap 5 tahun, performance profesor tersebut dinilai. Jika tidak perform dengan baik, jabatan profesor dicabut. Beberapat poin yang dinilai adalah: adanya
mahasiswa bimbingan (khususnya mahasiswa S3), penelitian yang dilakukan, karya ilmiah yang dihasilkan, pengajaran, dan lain-lain,yang dia lakukan setelah menjabat sebagai profesor. Kalau semua hal itu tidak dilakukan, buat apa kita memiliki profesor seperti itu. Terlalu keenakan para profesor di Indonesia ini.

Irish way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s