Kreasionis vs evolusi

# Salah satu keberatan utama terhadap evolusi adalah argumen bahwa evolusi itu kontroversial dan diperdebatkan.

#Tidak seperti argumen-argumen kreasionis lainnya yang berusaha untuk menghapuskan pengajaran evolusi, argumen ini berusaha membuat klaim bahwa evolusi memiliki posisi yang lemah oleh karena terdapat kontroversi~~~~~~
# Keberatan ini merupakan salah satu dasar dari kampanye “Ajarkan Kontroversi” (Teach the Controversy) yang diusahakan oleh Discovery Institute untuk mempromosikan pengajaran perancangan cerdas di sekolah umum ~~~~~~~
# Para ilmuwan dan pengadilan Amerika Serikat telah menolak keberatan ini atas dasar bahwa ilmu pengetahuan tidak didasarkan pada popularitas (Argumentum ad populum), namun berdasarkan bukti.
# Sebagai respon, para kreasionis kemudian memperselisihkan tingkat dukungan evolusi di kalangan ilmuwan. Discovery Institute telah mengumpulkan sekitar 600 ilmuwan sejak tahun 2001 untuk menandatangani petisi “A Scientific Dissent From Darwinism” (Ketidaksepakatan ilmiah dari Darwinisme) untuk menunjukkan bahwa terdapat sejumlah ilmuwan yang meragukan apa yang mereka rujuk sebagai “evolusi Darwin”.
[Discovery Institute adl salah satu organisasi neo-kreasionis yg menentang/meragukan evolusiDarwin. Dia menerbitakan suatu petisi yg disebut “A Scientific Dissent From Darwinism” (Ketidaksepakatan ilmiah dari Darwinisme). Tujuannya adl membalikkan pandangan materialisme yang mencekik dan menggantinya dengan sains yang sejalan dengan keyakinan Kristen dan teistik]
# Keberatan para neo-kreasionis terhadap evolusi yang umum adalah bahwa evolusi tidak mematuhi standar-standar ilmiah yang biasa, yang berarti bahwa ia tidaklah benar-benar ilmiah. Mereka berargumen bahwa biologi evolusioner tidak mengikuti metode ilmiah, sehingga tidak seharusnya diajarkan di kelas-kelas IPA
# Para kreasionis umumnya beragumen bahwa “evolusi adalah agama; ia bukanlah sains ~~~~~~~
# Sebagai respon terhadap jawaban tersebut, banyak kreasionis kemudian menyatakan bahwa mereka hanya keberatan terhadap makroevolusi dan bukannya mikroevolusi
# Namun, sesuai dengan apa yang para biologiawan definisikan sebagai makroevolusi, baik mikroevolusi dan makroevolusi terlah terpantau. Spesiasi, sebagai contohnya, telah terpantau secara langsung berkali-kali, walaupun terdapat miskonsepsi yang menyatakan sebaliknya
# Selain itu, makroevolusi yang telah terjadi dapat dilacak dari peninggalan-peninggalan sejarah. Fosil transisi dapat menghubungkan beberapa organisme dalam kelompok yang berbeda, seperti misalnya Archaeopteryx yang menghubungkan unggas dan dinosaurus,ataupun Tiktaalik yang menghubungkan ikan dengan amfibi
# Para kreasionis mempertentangkan contoh-contoh seperti itu dengan berbagai cara, dari berbersikeras bahwa fosil tersebut palsu ataupun secara ekslusif termasuk pada salah satu kelompok organisme dan bukannya transisi dua kelompok organisme, sampai dengan berbersikeras bahwa diperlukan lebih banyak bukti-bukti fosil transisi yang lebih banyak lagi.Darwin sendiri menemukan kekurangan spesies transisi sebagai salah satu kelemahan terbesar teorinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s