Jakob 2006

[6-5-2009R vbm]
POLA 2
p.49
Konsep berfikir dinamisme itu menyatakan bhw segala sesuatu merupakan mahluk yg berjiwa. Realitas itu adl dirinya,benda2 & alam sekitarnya, serta roh2 yg tak nampak (p.49)
DULU WAKTU AQ MASIH KECIL SUKA BERFIKIR BHW BATU ATAU BENDA MATI LAINNYA MEMP NYAWA & OLEH KRN ITU BENDA2 TSB SERING AQ PERLAKUKAN SPT LAYAKNYA MAHLUK BERNYAWA. MISALNYA AQ MEMPUNYAI 2 BUAH BATU & SEWAKTU AQ MENYIMPANNYA MAKA AQ TDK MAU MEMISAHKANNYA SATU SAMA LAIN ATAU MEMBUANG SALAH SATUNYA. INI KRN AQ BERFIKIR BHW KALAU AQ BUANG SALAH SATUNYA MAKA BATU YG SATU LAGI TDK AKAN MEMP TEMAN. APAKAH CARA BERFIKIR SPT INI MEMANG ADA DISETIAP ANAK KECIL? CARA BERFIKIR INI MIRIP DENGAN KONSEP BERFIKIR DINAMIS YAITU MENGANGGAP BW SEGALA SESUATU ITU MERUPAKAN MAHLUK YANG MEMPUNYAI JIWA

p.50
Konsep berfikir dualisme diungkapkan dlm bentuk2 paradok yaitu bersatunya 2 unsur yg saling bertentangan CONTOHNYA ada baik & ada buruk; ada panas dan ada dingin (p.50)

p.53
Konsep pandangan (budaya) org2 peramu (HG?) menyatakan “dunia atas” bersifat laki2 & “dunia bawah” bersifat perempuan. Dunia manusia terjepit diant dunia atas & bawah (p.53)

p.54
Dlm banyak mitologi Papua, roh2 org yg meninggal menghuni gua/ceruk bwh tanah (p.54)

p.66
Rumah adl replika makrokosmos & metakosmos. Rmh org peramu (HG), spt halnya org peladang, dibangun dipinggir sungai (p.66)

p.67 POLA 2
Sungai dlm masy pola 2 bermakna pemisah. Ttp dlm masy peladang & pesawah justru bermakna penyatu. Bts dlm masy tani bernilai paradok yakni pemisah & penyatu sekaligus. Pd masy peramu (HG) se-mata2 bernilai pemisah –> IDE: BGM PIYE DITERAPKAN KPD BUKTI ARKEO??

p.71 POLA 3
Pola 3 berkembang di masy peladang. Kaum peladang adl mereka yg hidup dr bercocok tanam padi dilahan kering, biasanya didaerah perbukitan. Hidup padi tergantung dr curah hujan, yg didaerah perbukitan biasanya agak sering terjd.

p.80
# Religi kaum peladang berdasarkan faham monistik. Pd aum peramu lbh deistik, artinya Tuhan samar2 diakui tp terpisah jauh dg urusan mns. Yng Tunggal itu dilupakan. Mrk hanya memerlukan daya2 Illahinya. Daya2 Yg Tunggal itu sendiri absolut kedasyatannya ~~~

POLA 3 DLM KEBUDAYAAN PRA-MODERN INDONESIA BERKEMBANG DI LINGKUNGAN MASY PRIMORDIAL (PURBA) YG HIDUP DENGAN CARA BERLADANG; BERCOCOK TANAM PADI DI LAHAN KERING. MRK MEMP POLA PIKIR YG BERBEDA DG MASY PERAMU WALAUPUN KADANG ADA JUGA KESAMAANNYA. MRK SDH TDK MENGGANTUNGKAN HIDUPNYA KPD ALAM KRN MRK SDH MAMPU MEMPRODUKSI MAKANANNYA DG BERTANI, TTP MRK JUGA MASIH MEMERLUKAN HUTAN. DG DMK CARA HIDUP MRK BISA DISEBUT JUGA SBG SEMI-NOMAD, SETIAP PERIODA TERTENTU, MISALNYA 5 TH SEKALI U/ MENCARI DAERAH BARU. SEPERTI HALNYA KAUM PERAMU, JML POPULASI DLM MASY PELADANG ADL KECIL, SEKITAR 40 KELUARGA SJ (P.71)

KESATUAN LOKALITAS SDH MUNCUL DLM MASY PELADANG INI (P.72). KOSMOS KAUM PELADANG TDD 3 YAKNI DUNIA ATAS, TENGAH & BAWAH (P.73). CONTOH MASY PRIMORDIAL INDO YG BERPOLA 3 ADL SUNDA, MINANG, BATAK, MELAYU, NIAS, MENTAWAI, MADURA (TEGALAN), NUSA TENGGARA, MALUKU SELATAN, DAYAK, SULAWESI UTARA DSB (P.79)

[21-5-09K vbm libur Isa Al Masih]
POLA 2
p.33
# Dasar berfikir pola 2 adl bhw hidup itu pemisah. Hidup itu persaingan. Hidup itu konflik. Hidup adl peran ~~~ Kalau pasangannya kalah ~~~ maka hidup dimungkinkan
POLA PIKIR INI BOLEH JD MIRIP DG AL QURAN??

# Dlm budaya perang semacam ini, tentu sj lelaki yg mengalahkan perempuan ~~~ Pemujaan lelaki, pemujaan phallus ~~~ menguasai kehidupan ~~~ Perempuan adl kelamin kelas 2 –> tugas lelaki adl berburu & perempaun mengurusi makanan. Kedudukan perempuan sbg kelamin kedua ~~~bersal dr tradisi Yudio-Kristian yg diperkuat o/ Aryan yg primordialnya memang kaum pemburu, penggembala & nomad, mirip dg kaum peramu.

p.33-34
# Dlm masy berpola 2, jml klp sosial bukan semakin menyatu, ttp semakin ter-pisah2. Semakin lama jml suku semakin banyak. Bhs semakin bervarian ~~~

p.34
# Setiap kampung memp pasangan kampungnya masing2 ~~~ namun pasangan kamp2 tadi bukan dlm arti “perkawinan” melainkan pasangan perang

p.35
Kebudayaan pola 2 berkembang di masy primordial suku2 Indo yg terdesak, atau terdampar di tengah2 hutan rimba raya. Pengalaman & penget mrk blm memungkinkan u/ menaklukan alam yg buas itu ~~~ Mrk menyerah kpd alam raya ~~~ Mrk bukan mns produksi, tp mns konsumsi. Hidup itu diberi.

p.35-36
Pemujaan lelaki, pemujaan pahlawan, pemujaan yg gugur dlm perang, mendpt tempat terhormat dlm etika sosial. Mrk adl mns2 berjasa bg klp.

p.36
~~~ Apa yg dilakukan & dihasilkan mns peramu (artefak budaya) adl kesadaran rasional yg bertolak dr bangunan religinya. Spt umumnya kecenderungan mns religi di-mana2, praktik religi itu lebih penting dp memahami alasan rasional tindakan-tindakan religiusnya.

p.38
Dinamika daya2 ghaib menyelubungi kehidupan kaum peramu.Dinamika daya2 transenden (sukar dipahamkan) (& bukan pikiran transenden) memasuki dunia imanen (immanent: tetap ada). Kehadiran yg transenden di dunia mns terjd dg simbol paradoks. Paradoks tercipta o/ hadirnya 2 kekuatan dualistik yg saling berhadapan. Buaya & burung. Hulu & hilir. Mns & bukan mns. Religi kaum peramu lebih cenderung dinamistik dp animistik, yakni personifikasi (penjelmaan) daya2 transeden. Benda2 alam & benda2 artefak dpt mengandung daya2 dinamik itu. Sebgn besar artefak seni kaum peramu dpt dibaca dari pola pikir dualistik ini.

p.40
# Pandangan dunia Pola 2 merupakan budaya perang, bukan budaya harmoni. Pola 2 bukan dwitunggal ~~~ Konflik dipelihara krn dg dmk hidup ini mungkin ~~~ Pandangan dmk ini berimbas pd teologinya. Sang Pencipta terpisah dg yg diciptakanNYA. Creatio ex nihilo, mencipta dr ketiadaan ~~~~
–> MUNGKINKAH DINAMISME INI BS DISAMAKAN DG MONOTEISME?? KISAH HABIL & KABIL MUNGKINKAH BS DISAMAKAN DG KONSEP DUALISME??

p.40-41
# Hal ini berbeda dg mitos Te’ze & suku2 peladang atau pesawah (hidup dr pertanian) yg lebih menganut paham emanasi (emanate: berasal, keluar) dlm teologinya. Ciptaan itu pancaran & bg dr Sang Pencipta. Inilah sebabnya selau ada Pohon Hayat, yakni penghubung & perantara dg Sang Pencipta –> MUNGKINKAH LAHIRNYA PEMUJAAN BERHALA TERJD PD SUKU PELADANG ATAU PESAWAH??

ADANYA BANYAK KAMPUNG2 DI KBU APAKAH BS DIJADIKAN BUKTI SBG PERNAH ADA MASY BERPOLA 2? JIKA BENAR MAKA DLM SATU KAMPUNG ITU BS SJ TDD SATU FAMILI. MRK BS SJ MEMP HUKUM/ATURAN SENDIRI, MISALNYA BNT PEMUJAAN.JIKA MEMANG ADA KONDISI SPT ITU MAKA BATAS PEMISAHAN ANTAR KAMPUNG TSB, DLM MASY POLA 2, ADL SUNGAI (P.67).

MASY BERPOLA 2, CONTOHNYA, ADL MASY PERAMU (JOMON KE?). DLM MASY BERPOLA 2 INI PEMUJAAN LELAKI YG GUGUR DLM PERANG MENDPTKAN TEMPAT YG TERHORMAT DLM ETIKA SOSIAL (P.35-36).SUNGAI MEMP PERANAN SEBAGAI PEMISAH/BATAS DIANT KELOMPOK (P.67) & RMH2 MRK UMUMNYA DIBANGUN DIPINGGIR SUNGAI (P.66).

DLM HAL RELIGINYA, MRK MEMP MITOS BHW “KEMATIAN ADL KEHIDUPAN” (P.36). HULU SUNGAI, KHUSUSNYA BG MNS PERAMU DI INDO, MERUPAKAN TEMPAT ASAL KEHIDUPAN (P.37). JIKA DMK BS JD KAMPUNG TERTUA ITU BERADA DI HULU SUNGAI??? MRK LEBIH CENDERUNG DINAMISTIK DP ANIMISTIK YAKNI SEGALA SESUATU MERUPAKAN MAHLK YG BERJIWA (P.38 & 49) –> jd apa dasarnya org menyembah berhala?; mungkin tempat2 yg gelap didlm guha adl tempat berkumpulnya arwah?? Ada kemungkinan konsep teologi Pola 2 bisa disamakan dg monoteisme?? ORA OLEH HOY SAMPEAN KUDU MOCO P.80 SIAH!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s