Skripsi-Tesis-Disertasi

SKRIPSI
2012 Jatiningrum, R.S. 2011 [3-6-14Sl vbm]













______________________________________________
1888 Arizal, T. 2010 [3-6-14Sl vbm]





______________________________________________
1755 Pradana, A.K.A. 2008 [18-6-09K vbm; 3-6-14Sl vbm]

[18jun09K vbm]
BAB 1
p.1
~~~ pengukuran penampang stratigrafi dan analisis tafonomi sebagai studi khusus, terutama pada lapisan yang kaya akan moluska. Pendekatan ini akan dipakai untuk melakukan studi perubahan muka air danau dan mengetahui sejarah geologi dari daerah penelitian.

p.2
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari arsitektur sikuen endapan lakustrin Brown Shale (Kelompok Pematang) daerah penelitian dengan analisis – analisis tafonomi moluska

p.4
Secara geografis, daerah penelitian terletak antara 0° 49’ 55,2” – 0° 51” 22,8” LS dan 101° 20’ 9,6” – 101° 22’ 30” BT. Daerah tersebut tercakup dalam peta topografi lembar Sungailansat (helai 1423 – II).

p.5
# Analisis tafonomi: Analisa ini dapat dipakai untuk menginterpretasi perubahan muka air danau dan kaitannya dengan stratigrafi sekuen.

# Analisis granulometri: Analisis ini dipakai untuk mengetahui sistim arus yang membentuk sedimen dari daerah penelitian.

# Analisis XRD (X-Ray Diffraction): Analisis ini dipakai untuk mengetahui kandungan mineral lempung dari sedimen di daerah penelitian.

p.8
# Analisis granulometri untuk mengetahui mekanisme pengendapan satuan batuan yang terdapat di daerah penelitian.

BAB 3
p.24
# stratigrafi daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi enam (6) satuan berdasarkan satuan litostratigrafi tidak resmi (lampiran E dan lampiran E).Berdasarkan urutan dari tua ke muda adalah sebagai berikut: Satuan Tanah Purba,Satuan Batupasir Breksian, Satuan Batulempung, Satuan Batugamping, Satuan Batubara, Satuan Batulanau – Perselingan Batulempung dan Serpih.

[5-6-14K vbm]
p.49
System Tract diartikan sebagai himpunan satuan genesa penyusun sistem sedimentasi yang terbentuk secara (relatif) bersamaan dalam satuan segmen tertentu dari kurva perubahan muka laut relatif (Posamentier dkk., 1988 dalam Walker & Bhattacharya, 1992). Penamaan dinyatakan sesuai segmen dalam perubahan muka laut relatif (Gambar 4.1), antara lain:
1.LST (Lowstand System Tract), terendapkan ketika muka air laut turun.
2.TST (Transgressive System Tract), terendapkan ketika muka air laut naik.
3.HST (Highstand System Tract), terendapkan ketika muka air laut telah melewati maximum flooding atau perlahan mulai turun.

IV.3.1 TST (Transgressive System Tract) [p.51-52]
Transgresi dapat diartikan sebagai penurunan suplai sedimen atau peningkatan ruang akomodasi yang disebabkan oleh kenaikan muka air laut (dalam studi ini dianalogikan sebagai muka air danau). Permukaan dimana muka air mencapai posisi ke arah darat paling maksimum, dapat disebut sebagai maximum flooding surface (Posamentier dkk., 1988; Van Wagoner dkk.,1988).Sedangkan, permukaan yang membagi secara tegas antara lowstand dan transgressive systems tract dikenal sebagai transgressive surface (Posamentier dan Vail, 1988).

Early TST (Transgressive System Tract) mulai terjadi diatas batas erosional (ravinement surface) atau batas sikuen (sequence boundary) (Foto 4.8 dan Foto 4.9). Karena batas erosional ini maka unit ini umumnya akan dicirikan oleh butir2 kasar sedimen, abrasi dan fragmentasi cangkang yang dominan diinterpretasikan berasal dari sisa2 sedimen yang terendapkan sebelumnya
(Parras dan Casadio, 2004). Terdapatnya konkresi juga dapat dijadikan penunjuk awal fase TST ini (Cantalamessa dkk., 2004).

Ciri – ciri Early TST yang dapat jelas teramati di lapangan ditemukan hampir di semua siklus (Lampiran F).

[5-6-14K vbm]TST (Transgressive System Tract), terendapkan ketika muka air laut naik. Pada early TST (u/ endapan lakustrin): terdpt peralihan dr serpih ke btlp. Pd btlp terdpt konkresi (Cantalamessa dkk., 2004) & pecahan fosil moluska (Parras & Casadio 2004). Lihat foto 4.8 & 4.9

Late TST merupakan konsentrasi hiatal yang terjd karenakelanjutan dari kenaikan muka air laut (dalam studi ini dianalogikan sebagai muka air danau).

Late TST dicirikan dari tingginya persentase cangkang yang utuh dan dalam posisi hidup (insitu). Konsentrasi ini terakumulasi ketika rata2 produk bagian keras dari hewan (contoh: cangkang) tinggi akibat penambahan ruang akomodasi & rata2 sedimen rendah sehingga keadaan air menjadi lebih jernih & moluska dapat berkembang secara sempurna (Parras & Casadio, 2004) (Foto 4.10 &4.11).

Ciri – ciri Late TST yang dapat jelas teramati di lapangan ditemukan di siklus ke 6, 7, 8, 11 pada bagian timur tambang (Lampiran F) dan siklus ke 6, 10, 11 pada bagian barat tambang (Lampiran F).

IV.3.2 HST (Highstand Systems Tract)
HST (Highstand Systems Tract) terjd ketika kenaikan muka air laut relatif (dalam studi ini dianalogikan sebagai muka air danau) relatif secara perlahan dibandingkan dengan TST,shg menyebabkan suplai sedimen relatif = rata2 ruang akomodasi. Hal ini menyebabkan transgresi berakhir & mulai berlanjut ke arah regresi. Endapan regresi, yg terbentuk ketika suplai sedimen lebih besar dari ruang akomodasinya, terutama mulai terbentuk saat late HST (Highstand Systems Tract). Hal ini ditunjang dari analisis besar butir yang menunjukkan proses sedimentasi yang didominasi oleh arus traksi (Lampiran C-2).

TST [5-6-14K vbm]
TST (Transgressive System Tract), terendapkan ketika muka air laut naik.

Pada early TST (u/ endapan lakustrin): terdpt peralihan dr serpih ke btlp. Pd btlp terdpt konkresi (Cantalamessa dkk., 2004) & pecahan fosil moluska (Parras & Casadio 2004). Lihat ft 4.8 & 4.9

Late TST merupakan konsentrasi hiatal yg terjd krn kelanjutan dari kenaikan muka air laut (dalam studi ini dianalogikan sebagai muka air danau).Late TST dicirikan dari tingginya persentase cangkang yang utuh & dalam posisi hidup (insitu). Konsentrasi ini terakumulasi ketika rata2 produk bagian keras dari hewan (contoh: cangkang) tinggi akibat penambahan ruang akomodasi & rata2 sedimen rendah sehingga keadaan air menjadi lebih jernih & moluska dapat berkembang secara sempurna (Parras & Casadio, 2004) (Ft 4.10 & 4.11).

HST [5-6-14K vbm]
HST (Highstand System Tract), terendapkan ketika muka air laut telah melewati maximum flooding atau perlahan mulai turun

HST (Highstand Systems Tract) terjd ketika kenaikan muka air laut relatif (dalam studi ini dianalogikan sebagai muka air danau) relatif secara perlahan dibandingkan dengan TST,shg menyebabkan suplai sedimen relatif = rata2 ruang akomodasi. Hal ini menyebabkan transgresi berakhir & mulai berlanjut ke arah regresi.Endapan regresi, yg terbentuk ketika suplai sedimen lebih besar dari ruang akomodasinya, terutama mulai terbentuk saat late HST (Highstand Systems Tract). Hal ini ditunjang dari analisis besar butir yang menunjukkan proses sedimentasi yang didominasi oleh arus traksi

Pada Early HST, fosil moluska dengan cangkang yg utuh masih dapat ditemukan setempat atau pada spot2 tertentu dg posisi cangkang dlm posisi hidup atau tertransportasi. Banyak ditemukan moluska yg juvenil (belum dewasa) & moluska dg cangkang yang pecah2 dikarenakan mulai turunx muka air relatif yg menyebabkan moluska tidak dapat berkembang secara sempurna karena lingkungan yg mulai keruh (Parras & Casadio 2004) [p.58]
______________________________________________









#################################################
TESIS [4jun14R vbm]
339 Nuryadin 2011 [6-6-14J vbm]
#Obyek penel adl fm Talang-akar yg mengandung HC di lab Ibul SUmsel krn fm adl salah satu bat reservoir HC & ditargetkan u/ dieksplorasi. Salah satu masalah yg ada adl bgm ling pengen fm ini & bgm distribusi reservoir di fm ini. Sbg contoh bgm keberadaan reservoir di btpst G

#Menurut van Gorsel (1982), fm Talang-akar terbentuk diling non-marine

Penelitian ini adl membuat kerangka strati sikuen Fm Talang-akar; menentukan penyebaran litofasies btpsr “G” Fm Talang-akar

Hipotesa
1] Ling pengen Btpsr “G” Fm Talang-akar adl ESTUARINE
2] Sikuen strati dpt dipakai u/ menganalisa siklus pengendapan pd ling estuarine

Pola Log [p.6]
1] Pola menghalus ke atas diinterpretasikan sebagai proses transgresi = RETROGRADING?
2]Pola log mengkasar ke atas diinterpretasikan sebagai proses regresi = PROGRADING?
3] Pola log yang relatif tetap dari bawah ke atas diinterpretasikan sebagaiproses agradasi (AGGRADING)

Formasi Talang Akar diendapkan secara tidak selaras di atas Formasi Lemat. Formasi Talangakar bagian bawah pada umumnya terdiri dari endapan sungai teranyam ditandai dengan pola log GR yang blocky dengan batas erosional di bagian bawahnya. Semakin ke arah pusat cekungan Formasi Talang Akar bagian atas pada umumnya didominasi oleh endapan laut dangkal dengan kandungan serpih yang makin meningkat [p.16]
______________________________________________





#################################################
DISERTASI
Koesoemo 1993
[4jun14R vbm]
#[4-6-14R vbm] Strati sikuen (Posamentier 1988:110): the study of rock relationships within [in, dlm, inside didlm] a chronostratigraphic framework [kerangka, susunan] wherein [where] the succession rocks is cyclic & is composed of genetically related stratal units (sequences systems tracts) [p.39]

#System tract: a linkage [hub, penghub] of contemporaneous [sejaman, sebaya] depositional system (Posamentier 1988:110; fasies model Walker 1992:2) [p.39]

#Bts sikuen adl: ketdkselarasan yg dianggap sbg akibat adax penurunan perm air laut. Bts sikuen ini dicirikan o/ adax perbedaan litologi yg khas [p.39]

#Genetic unit (=parasequence set): satu satuan bat yg terjd pd ling pengendap tertentu, mis sist sandbar, sist lagoon dst
***********
[7-6-14St vbm] Jatim, berdasarkan teori tektonik lempeng, dibg menjd 7 zona yi (Gamb 2.2. dr selatan ke utara): 1)Trench; 2)Trench slope break; 3)Fore arc basin; 4)Intra arc basin; 5)Volcano; 6)Foreland fold-thrust belt; 7)Retro-arc basin. Sedangkan van Bemmelen (1949) membagix menjd 7 unit fisiografi yi (Gamb 2.1 dr selatan ke utara): 1)Southern mt; 2)Volcanoes; 3)Central plain of East Java; 4)Kendeng hills; 5)Randublatung depression; 6)Rembang & Madura hills; 7)Alluvial plains of northern Java
==>BGM HUBX ANT PEMBAGIAN BERDASARKAN KEDUAX?; APA ITU TEKTONIK LMP?: APA BEDA STRATI DR MASING2 ZONA & UNIT?

Zona Kendeng, panj 255km & lebar 40km, membentang dr gn Ungaran ke timur mel peg Kendeng diutara Ngawi, menerus ke Mojokerto hingga selatan Madura. Morfox berupa perbukitan lipatan yg tdd bukit2 rendah dg ketinggian ant 75-255m

Zona Randublatung: berupa dataran rendah

Bnt p.Jawa sekarang berbeda dg bnt p.Jawa pd jaman Kapur. Bnt p.Jawa skg sdh mulai terbentuk sejak jaman Oligo-Miosen (Gamb 2.3B), sedangkan pd jaman Kapur Jabar & Jatim terpisah o/ punggungan Karimun-Jawa (Soejono 1989) (p.9) & zona tunjamanx berarah BD-TL (Gamb 2.3A)
==> APA ITU JAMAN KAPUR?; ARTIX GEOL SPT KARSAM ADA DIUTARA JG?

Gam 4.1: hal 26 ==> btpsr kuarsa Anggota Ngrayong bg paling bwh

Sikuen I (ant SB-1 & SB-2)
Sikuen I identik dg Anggota Ngrayong bg paling bwh

Gam 4.13: bts bwh sikuen I ditandai dg btpsr merah yg merup bts ant btgp Fm Tawun dibg bwh (BR 24) & btpsr Anggota Ngrayong (BR 23)

Gam 4.14: bts atas sikuen I (ant SB-1 & SB-2) ditandai dg perub ant btpsr & btgp orbitoid (BR 8)

Gam 4.21: Bg bwh sikuen I merup TST & bg atas sikuen I merup HST

Sikuen II (ant SB-2 & SB-3)
Bts bwh sikuen II = bts atas sikuen I
______________________________________________
GAMBAR
______________________________________________
416 tesis S2 [20-7-14M 23ram1435H vbm]
MNL YG MUDAH LARUT
#Hasil pencucian mineral-mineral yang paling mudah larut: Si, Na, K, Ca, & Cl. Unsur-unsur jejak seperti litium (Li), boron (B), brom (Br) dan arsen (As) dapat dilepaskan pada saat mineral-mineral utama bereaksi atau merupakan unsur pokok dari mineral sertaan terlarut (Goff dan Janik, 2000) [p:1]

REE & REY
Diantara unsur-unsur jejak terdapat unsur-unsur tanah jarang (REE) dan ytrium (Y), selanjutnya disebut REY, yang masih jarang diteliti dalam studi geokimia pada sistem hidrotermal vulkanik [p:1]

KONSENTRASI REE
Konsentrasi REE dalam air merupakan fungsi dari banyak parameter, diantaranya tipe batuan induk, sifat kimia air, dan kehadiran ligan [atom, ion, atau molekul yang terikat pada atom pusat dari senyawa koordinasi atau kompleks lain] pembentuk senyawa kompleks (Johannesson dkk.1996 dalam Morton-Bermea dkk.2010).

Y=Ho (REE)
Walaupun Y bukan bagian dari kelompok REE, Y memiliki sifat yang hampir sama dengan unsur tanah jarang Ho dalam batuan beku

GUNA REE
Unsur-unsur tanah jarang (REE) dapat digunakan sebagai indikator litologi akuifer air tanah karena pola kelimpahan REE dalam air diduga berasal dari interaksi air dan batuan di akuifer dan REE merupakan unsur-unsur yang bersifat konservatif sehingga air tetap mempertahankan pola kelimpahan REEnya sepanjang jalur alirannya (Johannesson dkk.1999 dalam Morton-Bermea dkk.2010).

KARAKTER REE
Unsur-unsur tanah jarang (REE) bersifat relatif immobile saat air dan batuan bereaksi tetapi REE dapat termobilisasi saat proses hidrotermal dan metasomatik (Hopf, 1993; Worral dan Pearson, 2001 dalam Morton-Bermea dkk., 2010).

GUNA ANALISA Ce.Eu, Gd & Y
~ anomali-anomali Ce, Eu, Gd, dan Y digunakan untuk menentukan asal fluida dan litologi batuan sekitar reservoir atau akuifer.

KEL GN API DI JABAR
Jawa Barat memiliki banyak sistem hidrotermal vulkanik. Geologi permukaan Jawa Barat dan Banten didominasi oleh batuan gunung api berumur Tersier sampai Kuarter ~~ dibagi menjadi enam kelompok berdasarkan geografinya (Bronto, 2008) yaitu kelompok gunung api Cibaliung dan Dano; Bayah-Pongkor (gn Salak, gn Halimun); Sukabumi-Pegunungan Selatan; Bogor-Cianjur (gn Pangrango); Purwakarta (gn Sanggabuana); dan Bandung.

KEL GN API BDG
#G. Tangkuban Perahu, G. Patuha, G. Papandayan, G. Galunggung, hingga G. Ciremai
#Kompleks gunung api Bandung memiliki banyak gunung api (±16) yang membentuk rantai gunung api ganda sepanjang 90 km sepanjang busur. Gunung Galunggung dan beberapa gunung api lainnya terletak di sepanjang sisi palung laut dari rantai gunung api tersebut, sementara G. Tangkuban Perahu dan dua gunung api lainnya (Tampomas dan Ciremai) berada di sepanjang sisi busur belakang dari rantai gunung api ini. Gunung api sisi palung laut dan sisi busur belakang umumnya berarah timur laut-barat daya yang menunjukkan arah struktur regional berarah timur laut-barat daya mengontrol lokasi gunung api-gunung api ini (Setijadji, 2010).

FOSIL GN API TERSIER
dikenal sebagai Formasi Jampang berupa perselingan breksi gunung api dan lava dengan batuan terobosan andesit termasuk dalam kelompok gunung api Sukabumi-Pegunungan Selatan, dari sebelah timur, formasi ini dimulai dari Banjar-Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, hingga Sukabumi Selatan (Bronto, 2008).

GUNA ICP-MS
Instrumen analisis ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) merupakan instrumen analisis yang banyak digunakan untuk menganalisis REE, terutama untuk material2 yang memiliki kandungan REE yang rendah (Aggarwal dkk., 1996; Halicz dkk., 1999; Lee dkk., 2001; Sawatori dkk., 1995).
______________________________________________
1967 skripsi S1 [23-7-14R 25ram1435H vbm]
FM LIDAH
#nama lain: blue-clay (van Bemmelen 1949); Turi fm (Marks 1957); Lidah-Clay fm (Brouwer 1957)
#tdd btlp, setempat bersisipan btpsr & btgp
#btlp: kelabu tua sd kebiruan, setmpat gpan & napalan, pasir hls
#btpsr: kelabu sd kecoklatan, vfs-ms, setempat mengandung moluska, berlapis
#btgp: kecoklatan sd coklat kemerahan, tersusun o/ kepingan moluska
#sat btgp I= fm Tawun
#terletak TDK SELARAS di bwh endapan aluvial & SELARAS di atas fm Mundu (Pliosen N19-N20)
#ling pengen: laut dangkal
#umur: Pli-Ples (N21-N23)
[][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][]






1







Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s